Selasa, 23 Juli 2019

Keseruan BPJ 26 Dalam Pawai Monster Plastik


 
Keseruan BPJ 26 dalam Pawai Monster Plastik


Car Free Day (Day) Minggu, 21 Juli 2019 sangatlah berbeda, karna ada Pawai Monster Plastik yang membuat CFD lebih ramai dari biasanya.



Backpacker Jakarta RT26 ikut serta dalam Pawai Monster Plastik menyuarakan tolak plastik sekali pakai yang dapat merusak lingkungan, bersama lebih dari 1.000 orang dengan berjalan kaki dari bunderan Hotel Indonesia hingga Monas sambil membawa tulisan-tulisan spanduk mengajak orang lain untuk meninggalkan plastik sekali pakai.


 
Dok WAG





 Nina, warga BPJ26 asal Depok sangat tertarik dengan acara Pawai Monster Plastik ini, selain acaranya positif juga sangat edukatif. Mengingat betapa pentingnya menjaga bumi dan lingkungan yang terutama dari sampah plastik sekali pakai.


"Plastik sepele sik memang kedengarannya. Tapi dampak negatifnya bagi kita dan lingkungan sangat besar lho. kalo pengurangan pemakaian plastik sekali pakai tidak dimulai dari sekarang bisa diperkirakan sekitar tahun 2030 atau 2040an populasi sampah plastik akan lebih banyak dibanding manusia. Secara sampah plastik tdk bisa terurai sampai dengan ratusan tahun, kebayang kan gimana hidup anak cucu kita nanti kalo lingkungan kita tercemar sama sampah plastik" ucapnya penuh semangat.

                
 
Keramaian Pawai Monster Plastik, Jakarta (Doc WAG)

Sesuai dengan tema pawai, Sampah Plastik adalah Monster!  Tanpa disadari plastik yang digunakan manusia setiap hari adalah Monster yang mengancam bahkan menghancurkan kehidupan alam lingkungan. Dilingkungan sekitar pun sampah plastik yang dibuang sembarangan Sangat mengganggu pemandangan mata (itu hanya contoh kecil saja).

Junike, salah satu warga aktif di BPJ 26 mendukung acara Pawai ini karna Kak Ike, biasa aku memanggilnya berpendapat  sampah plastik itu berbahaya.

“Jelas sampah plastik sangat berbahaya! Sampah plastik sulit terurai bahkan hingga ratusan tahun!”

“Ratusan ton plastik terus di produksi, dan itu terus digunakan manusia. Banyak yang berpikir bahwa "plastikkan bisa didaur ulang? "...Daur ulang bukanlah satu2nya solusi, tidak semua sampah plastik bisa di daur ulang. Sampah plastik dipilih sesuai jenis dan kelayakan untuk di daur ulang jadi masih ada sekitar 90% sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang dan itu berakhir pada penumpukan sampah. Jika ditambah dengan penggunaan sampah kita sehari-hari,di musim hujan akan mengakibatkan banjir !Penumpukan sampah yang tidak terurai akan membawa bibit penyakit!” Ucapnya kembali









Banyak yang berpikir bahwa cara yang mudah menghentikan plastik adalah dibakar dan itu selesai..
Justru inilah yang paling Berbahaya untuk lingkungan dan kesehatan kita. Perempuan mungil itu menjelaskan bila Plastik yang dibakar akan menghasilkan gas-gas berbahaya seperti karbon Monoksida, Nitrogen Oksida, Belerang Dioksida, dan Gas berbahaya lainnya yang menyebabkan Kanker!


Berbeda dengan Rendy C. Prakosa, duta promo nya BPJ 26 yang kemaren pas acara pawai menjadi CP  mewakili Backpacker Jakarta menilai acara Pawai Monster Plastik itu luar biasa.

“Luar biasa, amazing karena bisa mengumpulkan hampir 1000 relawan pecinta lingkungan untuk sama2 mengkampanyekan stop penggunaan plastik sekali pakai”


Finalis 10 besar Duta Backpacker Jakarta 2018 ini menambahkan “dengan adanya pawai ini juga bisa meningkatkan awareness masyarakat terhadap bahaya sampah plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai”


Warga adem ayem squad yang hobbi Travelling ini juga sedang berusaha mengurangi penggunaan plastik sekali pakai meski belom 100 persen. “contohnya gue kak En belanja ke minimarket bawa goodie bag, ke coffee shop bawa tumbler, dan bawa sedotan stainless. Kalau lupa bawa sedotan stainless lebih baik minum tanpa sedotan plastik”

Doc Pribadi Rendy





Sampah plastik hanya salah satu "penyakit" yg membuat bumi kita tidak sehat. Plastik memang sih bikin hidup kita lebih praktis dan mudah, tapi harga yg kita bayar untuk itu mahal sekali, ratusan tahun kita harus bayar. Terus selama membayar itu efek si plastik menggurita kemana-kemana, ekosistem yg rusak, banjir dan banyak lagi. Ekosistem rusak pastinya langsung atau tidak langsung ngefek ke kehidupan manusia.

Selain Para Relawan pecinta lingkungan, ikut serta juga dalam Pawai Tolak Plastik Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti.



Bunda Endi, warga BPJ26 juga sampai kagum dengan acara Pawai Monster Plastik kemaren dan berharap ada kelanjutannya dalam bentuk real action untuk mengurangi sampah plastik. ”Gue hanya ingin meninggalkan warisan pada anak cucu bukan hanya materi tapi juga Bumi yg sehat dan baik” Ucap bunda Endi penuh harap






Sudahkah kamu mulai menerapkan hidup sehat tanpa plastik ?

Yang perlu ditekankan disini adalah plastik sekali pakai, karena plastik tersebut hanya digunakan sekali dan langsung dibuang menjadi sampah. Namun sampah plastik yang dibuang tidak berakhir sampai disitu, plastik tersebut tidak bisa menguraikan dirinya sendiri, walaupun bisa sangat lama sekali sekitar 200 tahun.

Backpacker Jakarta RT26 dalam Pawai Monster Plastik


Rasanya membohongi diri sendri bila kita ikut menyuarakan Tolak Sampah Plastik tetapi kita tidak menerapkannya dalam kehidupan pribadi, seperti kata Rendi yang belum bisa 100 persen.

Septia Anggraeni, Ibu RT di Backpacker Jakarta rt26 yang ikut dalam Pawai  sudah mulai sedikit-dikit merubah gaya hidupnya seperti pakai Tumbler dan Sedotan Stainless sebagai bukti nyata mendukung Pawai Tolak Plastik ini.

Begitu juga dengan Kiki, cewek manis berhijab ini yang selalu bawa kotak makan di kantor “Alhamdulillah mencoba untuk hidup sehat dengan menghindari pemakaian plastik sekali pakai dengan cara membawa tumbler dan alat makan sendiri di kantor atau saat bepergian agar meminimalisir sampah plastik di sekitar saya. Selain itu saya mulai menggunakan tote bag saat berbelanja di supermarket agar tidak menggunakan tas plastik lagi”

Sependapat dengan Julio, atlet Badminton nya BPJ26 yang menggatakan acara Pawai kemaren sangat seru, meski panas-panas ikut serta berpatisipasi menolak penggunaan plastik sekali pakai.

Oreo, panggilan sayang dari semua warga 26 juga sudah mulai dengan membawa tumbler ke tempat kerja dalam setiap harinya dan membiasakan menggunakan sedotan stainless yang bisa digunakan berkali-kali.

“Itu adalah tindak konkret saya. Kalo kamu apa?” ucap Oreo di ujung percakapan


Memang gak mudah menerapkan ini atau menyampaikan kepada sesama kita. Contoh kecil aku sendiri, yuk kita bersama-sama memulai dari kini dan mengajak orang terdekat dan sekitar kita  untuk #stopsingleuseplastic.

 
#stopsingleuseplastic.
















Tidak ada komentar:

Berbagi Nasi Backpacker Jakarta RT-26

Sebuah Komunitas yang baik adalah yang bermanfaat untuk orang banyak, salah satunya kegiatan berfaedah yang dapat dirasakan oleh s...