Jumat, 12 Juli 2019

Lilin Terakhir Untuk Bapak

(Throwback) 10 November 2016.  

Selamat ulang tahun pak , sehat teruss , panjang umur , bahagia selalu dan bapak minta kado apa dari endah? kalimat itu semua tahun ini sudah gak bisa di ucapkan lagi dihadapan Bapak. Sedih sesedih-sedihnya , maafkan endah pak yang masih belom bisa menahan semua air mata saat mengingat Engkau. 


Kenangan manis yang gak akan bisa diulang kembali


Masih sangat teringat jelas 4 tahun yang lalu, tanggal 10 November 2015 tepat sebelum 1 (satu) bulan 10 (sepuluh) hari Engkau meninggalkan kami untuk selamanya pak. Pagi itu endah emang sudah berencana bolos kerja untuk bisa memberi kejutan ulang tahun untukmu pak. Tanpa engkau tahu, aku sudah persiapkan masakan kesukaanmu serta kue ulang tahun dengan lilin angka 5 dan 4. Yup ini ulang tahun bapak yang ke 54tahun dan ternyata menjadi Lilin terakhir untuk Bapak.

 

“Yaelah si Endah, Bapaknye pake disuruh tiup lilin kaya bocah ajaa dah” ucap ibuku dengan nada becanda.

 

Dan masih terekam jelas jawaban Bapak atas becandaan Ibu saat itu.

 

“Gak apa-apa bu, kan ini ulang tahun terakhir gue. Tahun depan bapak juga sudah gak tiup lilin lagi kok bu”

 

Kami yang saat itu lagi bahagia, ketawa-ketiwi merespon jawaban Bapak pun dengan becanda , apalagi ibu ku.

 

“Tahun depan endah beliin kue lagi pak, tiup lilin lagi ya bu” ucapku nyengir disambung ibu ketawa ngeledekin bapak.

 

Ku lihat bapak masuk kamar, entah apa yang Beliau lakukan dikamar. Sekitar 10 menit kemudian Bapak keluar kamar dengan pakaian warna putih. Ternyata beliau ganti baju yg awalnya hanya menggunakan kaos saja.

 

“CakepKAN dipoto kalo pake baju putih ndah? Bisa buat kenang-kenangan” ucapnya sambil duduk bersila tepat didepan kue.

 

*hening*

 

Ya Allah , air mata ini mengalir deras menginggat semua peristiwa empat tahun yang lalu. Lilin dan baju putih menjadi sebuah kode dari bapak yang kita semua gak ada yang menduga. Senyum lebar bapak saat tiup lilin seperti anak kecil yang lagi ulang tahun di rayakan oleh orang tuanya. 

Benar-benar bapak terlihat bahagia tapi aku yang paling bahagia saat itu.

 

Pagi tadi, disela jam kerja aku langsung pergi ke makam bapak. Dengan membawa seikat bunga mawar untukmu pak , doa ku panjatkan di tempat peristirahatan terakhirmu pak. Sesak di dada tertuang disana , rasa kangen yang sangat tinggi kepadamu pak.


Selalu merindukanmu, Pak.

 

Hujan halus alias gerimis menambah sendu di pemakaman , semua peristiwa yang pernah dilewati bersama bapak teringat jelas di mata ini. 

Pak, lilin emang sudah tidak akan ada lagi di ulang tahunmu tapi doa ibu, mas endi, endah, endri, enanda , enlita serta semua orang yang mencintaimu selalu menyertakanmu pak. Alfateha

  

Tidak ada komentar:

Berbagi Nasi Backpacker Jakarta RT-26

Sebuah Komunitas yang baik adalah yang bermanfaat untuk orang banyak, salah satunya kegiatan berfaedah yang dapat dirasakan oleh s...